Minggu, 03 Juli 2022

Renew You

Tidak ada kata terlambat menjadi pribadi yang baru, bukan cuman karakter yang baru tapi juga fisik yang baru. Hehehe
Oke, pertama yang ingin aku lakukan adalah spa. Belum pernah ke tempat spa sebelumnya, akhirnya aku memutuskan untuk melakukan spa di home spa sleeking comfort setelah melihat story ig teman :) Selain terjangkau, tempatnya juga dekat dari rumah di daerah Sidoarjo, hanya 9 menitan dari rumah.

Treatment spa yang aku coba waktu itu pure cocoa spa treatment. Treatment yang dilakukan saat itu ada beberapa tahapan:
1. Body Massage
2. Body Scrub pure cocoa
3. Body mask pure cocoa
4. Face massage
5. Face mask pure cocoa
6. Sauna
7. Hot shower
8. Hot cocoan drink (bisa panas atau dingin)

Seluruh tahapan spa ini dibandrol dengan harga 199k. Aku belum pernah ke spa sebelumnya, jadi tidak bisa membandingkan dengan tempat lain. Lama waktu spa ini sekitar 2 jam-an. Sebelum datang, reservasi terlebih dahulu ya.

Tempatnya di perumahan, jadi masih gabung dengan rumah pemilik spa juga. Masuk ke dalam rumah, ikuti petunjuk tempat spa-nya naik tangga kuning. Setelah itu ada pintu kayu, di depannya ada rak sepatu. Taruh sandal/sepatu di rak dan dorong pintu kayu nya. Di sana sudah ada terapis yang siap memberikan pelayanan untuk pelanggannya.
Selamat mencoba.

Next setelah spa, aku mencari pembersihan karang gigi atau yang disebut scalling. Mencari tempat scalling di instagram, akupun menemukan klinik B fresh cabang Candi Sidoarjo, dekat rumah :) hanya 6 menit dari rumah.

Sebelum membuat reservasi, aku mencari info kali aja ada di shopee, ternyata adaa.. Jadi ada voucher scalling B Fresh yang dijual di shopee dengan harga 199k. Tapi ini tidak musti 199k ya. Karena saat akan melakukan treatment, diinfo untuk besaran biaya scalling tergantung dari banyak tidaknya karang yang musti dibersihkan. Jadi bisa nambah dari besarnya voucher yang sudah dibeli.

Saat akan melakukan scalling, kita diminta untuk reservasi di web nya B Fresh. Di sana ada pilihan cabang B Fresh yang dituju, dokter, dan tanggal serta jam reservasi. Jika reservasi nya belum diconfirm, bisa wa/DM di ig nya B Fresh Cabang Candi

Aku reservasi sabtu pagi jam 09.00 wib. Karena memang sudah lama sekali tidak membersihkan karang gigi, waktu itu dikenakan biaya 300k (voucher + 100k). Proses scallingnya sekitar setengah jam. Ini untuk seluruh gigi, atas dan bawah. Dan hasilnya bersih banget, nafas jadi seger juga. #ehh

Dokternya dan asistennya baik, diinfokan juga kondisi gigi kita. Gigiku ada yang tumbuh di geraham belakang kanan dan kiri bawah. Cuman masih oke, tidak perlu dioperasi meskipun agak ga normal.

Baiklah, itu sedikit review tentang renew you. Next mau cari tempat facial. Mungkin balik lagi ke home spa sleeking comfort karena selain terjangkau dan pelayanannya ramah, rasanya bahan yang digunakan juga alami. Aku masih mencari skincare yang tepat untuk wajah dan tubuhku. Masih belum menemukan yang cocok. Jadi masih ragu kalau cari yang tingkat kimia nya tinggi.
Ok, thank you for reading. Semoga next bisa review-review lagiii.

Minggu, 26 Juni 2022

Inspirasi Ibunda Imam Syafi'i

Ibunda Imam Syafi'i bernama Fatimah binti Ubaidillah (Ummu Habibah al-Uzdiyah). Ketika mengandung Imam Syafi'i, sang ibunda mengisi harinya dengan beribadah. Saat sang putra masih belia, ibunda Imam Syafi'i dengan penuh keikhlasan mengirim putranya ke Makkah agar putranya hidup dekat dengan pusat ilmu.

Menjelang keberangkatan putranya, sang ibu berdoa, "Ya Allah, Tuhan Penguasa seluruh alam. Anakku ini akan meninggalkanku untuk berjalan jauh menuju rdiha-Mu. Karena itu, aku mohon kepada-Mu ya Allah, mudahkanlah urusannya, jagalah keselamatannya, dan panjangkanlah umurnya agar aku bisa melihatnya kembali saat pulang nanti dengan dada penuh ilmu berguna. Aamiin."

Setelah berdoa, sang ibu memeluk anaknya dan berkata, "Pergilah anakku. Allah bersamamu. Insya Allah, kelak engkau akan menjadi bintang ilmu yang paling gemerlap. Pergilah sekarang juga, karena ibu ridha melepaskanmu. Ingatlah, Allah adalah sebaik-baik tempat untuk mencari perlindungan."


Surga di Dunia

Surga. Siapa sih yang ga pengen ke surga? Pastinya ini cita-cita semua orang yang percaya adanya surga ya. Percaya adanya surga.

Kalau membahas tentang surga, di benak kita akan membayangkan tempat yang sangat indah, tenang, dan damai. Selama ini aku membayangkan surga itu seperti Swiss. Pegunungan dengan air sungai jernih. Tenang dan damai.

Sempat menonton reel tentang Swiss. Di situ dijelaskan kalau Swiss itu mahal sih tapi worth it dengan apa yang kita peroleh. Pemandangan dan suasana nyaman. Kalo Swiss aja mahal tapi worth it, apalagi surga?? Surga ini mahal loh, seluruh waktu kita mustinya diinvestasikan untuk menggapai ridho Allah. Karena ridho Allah ini lah tiket masuk ke surga.

Jadi, yuk menjadi pribadi penghuni surga. Memantaskan ikhtiar agar Allah ridho dengan kita. Salah satu motivasi tuh kalo baca surat Al-Mu'minun di awal surat. Di situ dijelaskan rinci apa saja yang harus dilakukan agar menjadi penghuni surga firdaus. Firdaus gengs, surga di tingkatan tertinggi. Bismillah yuk bisa ketemuan di surga Firdaus. Aamiin..

Minggu, 16 Januari 2022

Tips Mengungkapkan Galau



Kata “Galau” ini terasa sangat sering diucapkan oleh kebanyakan orang beberapa tahun belakangan ini. Entah siapa yang memopulerkannya. Galau muncul karena ada masalah. Semua orang tentunya punya masalah, tidak terkecuali aku. Sempat ada teman yang mengatakan kalau aku itu flat, tidak pernah memperlihatkan emosi, datar. Jarang hampir tidak pernah merasakan yang namanya “Galau”. Menurutku bukan tidak pernah “merasakan” tapi memang hampir tidak pernah “memperlihatkan” kegalauan kepada orang lain. Ekspresi dan suasana hati kita akan berdampak kepada lingkungan sekitar jadi aku menjaga itu.
Sering aku menjumpai teman-teman yang galau dan menuliskannya di status media sosial. Tanpa sengaja tulisan yang biasanya berisi keluhan, kemarahan, keputus asaan, bahkan makian pun terpampang di hadapanku. Dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi suasana hati siapapun yang akan membacanya. Nah, cara seperti itu kurang tepat. Selain merugikan orang lain, tulisan semacam itu juga menandakan bahwa orang yang menulisnya belum bisa mengontrol emosi. Bukankah pribadi seseorang terlihat dari tulisannya? Jadi, tulislah sesuatu yang berdampak positif bagi orang lain.
                Menurutku permasalahan (baca: kegalauan) punya tingkat kerahasiaan. Yah, meskipun sifatnya rahasia akan sangat tidak nyaman kalau dipendam sendiri bukan? Ingin sekali menceritakan keresahan yang menimpa. Ok, penanganan kegalauan ini dapat diatasi dengan cara yang berbeda berdasarkan level kerahasiaan. Ini berdasarkan pengalaman pribadi. 
1.    Sangat Sangat Rahasia
Ini adalah permasalahan yang tak seorang pun boleh mengetahuinya. Sengaja maupun tidak disengaja. Intinya sangat membutuhkan privasi tingkat tinggi. Nah, kegalauan ini hanya bisa dicurahkan kepada Sang Pencipta. Pengaduannya pun harus dilakukan di waktu dan tempat yang tak seorang pun tahu. Misal di dalam kamar saat dini hari. Kamu bisa mencurahkan segala permasalahanmu dengan leluasa tanpa khawatir ada orang yang tahu. Curhat model ini bisa dibilang paling efektif dan efisien. Segala kegalauan yang kita alami pasti didengar dan diberikan solusi. Siap-siap memperoleh kedamaian hati setelah melakukannya.
 2.     Sangat Rahasia
Kadangkala kita memiliki permasalahan sangat rahasia namun terasa belum cukup ketika hanya mencurahkannya kepada sang Pencipta. Tapi juga tak ingin diketahui orang lain bahkan teman dekat. Cara lain mencurahkan keresahan hati semacam ini adalah dengan menulisnya. Bisa ditulis di buku diary ataupun diketik di perangkat elektronik. Setidaknya kita telah berbagi masalah meskipun ke benda mati. Curahkan semuanya. Hingga setebal novel pun tak masalah. Intinya harus dikeluarkan semua. Tapi jangan lupa menambahkan kalimat-kalimat positif di akhir tulisanmu. Bagaimanapun kita perlu memberikan motivasi kepada diri sendiri. Karena isi dari tulisan saat “Galau” adalah berkeluh kesah maka jika ditambahkan kalimat positif di dalamnya kelak ketika kita membacanya kembali tidak terlalu kecewa dengan apa yang telah dialami.
 Agar lebih bermanfaat, tulisan curhatanmu bisa ditulis dengan bahasa yang disukai. Misal ingin ditulis menggunakan bahasa Inggris agar lebih lancar juga menulis dalam bahasa Inggris? Boleh. Atau lagi suka dan ingin belajar bahasa Korea, Jerman, Jepang, Belanda, Arab, atau bahasa yang lainnya? Bisa. Silakan tulis semuanya dalam bahasa yang kamu sukai. Ada beberapa manfaat, pertama kegalauan berkurang, kemampuan menulis menggunakan bahasa asing semakin meningkat, dan kalian pun akan merasa bahagia. Melakukan sesuatu yang disukai untuk meluapkan kesedihan.
 Waktu SMP aku pernah menemukan salah seorang temanku yang patah hati. Galau berkepanjangan akhirnya dia melukai tangannya hingga berdarah-darah. Nah, yang seperti ini JANGAN dicontoh. Kalau ingin meluapkan kegalauan cobalah aktivitas yang bermanfaat juga. Lihat saja beberapa musisi ngetop. Hampir semua karyanya adalah curahan kegalauan mereka sendiri. Dan sekarang mereka terkenal akibat dari kebijaksanaan menghadapi kegalauan, yakni dengan meluapkannya dalam karangan lagu.
 Aku pun pernah mengalami kegalauan tipe “Sangat Rahasia” ini. Sebenarnya itu tidak terlalu rahasia tapi tidak ada seorang pun tahu kalau aku ternyata galau gara-gara permasalahan itu. Ini sangat rahasia. Akhirnya kuketiklah semua yang ingin aku ungkapkan. Dan kebetulan ada kompetisi menulis masalah curhatan diiringi oleh kalimat motivasi. Hadiahnya adalah karya yang terpilih akan diterbitkan ke dalam buku antologi. Iseng, aku pun memasukkan tulisan curhatanku tanpa mendetilkan permasalahan sebenarnya agar bisa disesuaikan dengan permasalahan apapun. Dan ternyata karyaku termuat. Aku senang karena hanya diambil sekitar 70an karya dari 1000 karya lebih yang mengikuti kompetisi ini. Good job for me ^.^ (merayakan kesuksesan diri sendiri).
 3.      Rahasia
Permasalahan yang bersifat rahasia bisa dicurahkan kepada orang yang dipercaya, misal teman dekat. Selain bisa menjadi pendengar yang baik, teman dekat juga tentunya bisa menjaga rahasia. Ketika teman dekat memiliki nasehat ataupun solusi, mereka akan dengan senang hati menyampaikannya kepada kita.
 4.      Bukan Rahasia
Galau tapi masalahnya umum. Hampir semua orang mengalami. Contohnya nilai ujian yang kurang memuaskan. Galau semacam ini bisa didiskusikan dengan teman-teman seperjuangan, teman yang sama-sama mendapatkan nilai kurang bagus. Cuap-cuap aja sama mereka hingga mulut berbusa. Dari sini biasanya timbul kebersamaan dan akan timbul energi untuk saling memperbaiki diri.
Ok, itu adalah tips mengungkapkan galau dariku. Semoga teman-teman yang lagi galau bisa lebih bijak dalam menghadapi kegalauan kalian ya. ^.^

Peran Muslimah dalam Peradaban Islam

 Ahad, 16 Januari 2022

Pagi ini saya mengikuti kajian di zoom dengan pembicara Ummu Balqis. Sebelumnya saya pernah ikut kelas Bengkel Diri level 1 dan 2. Dan saat ini jadi reseller kauniyah oil juga, eh ^^

Ok, kajian kali ini membahas hal cukup berat yakni muslimah dalam peradaban Islam. Peran perempuan.

Flash back, dulu ketika dipromosikan menjadi manager wilayah, hrd menyimpulkan satu hal pada saya, "Di organisasi kamu cenderung ada di second layer ya?", simpulnya ketika saya cerita posisi saya di organisasi saat kuliah seringnya sebagai sekretaris.

"Iya pak, saya tidak tertarik di first layer. Saya tidak tertarik jadi ketua/pemimpin", jawabku jujur

"Lho, jangan gitu. Nanti kalau sudah ada di level wilayah, kamu yang jadi first layernya ya"

Aku? No comment. Cuman bisa senyum maksa. 😅

Oke, seperti yang diungkapkan Ummu Balqis, peran perempuan di peradaban Islam ada yang di balik layar dan ada pula yang di depan layar. Ini pilihan.

Kalau di belakang layar, kita bisa ambil contoh:

1. Ibunda Khadijah, dibalik sepak terjang dakwah Rasulullah

2. Ibunda Annawar binti Malik: ibu dari Zaid bin Tsabit

3. Ummu Aiman dibalik sosok Usamah bin Zaid

Sedangkan peran di depan layar, kita bisa menyebutkan beberapa diantaranya:

1. Mariam Al Astrolabiya al Ijliya (10 M) penemu GPS > Baru tauuu 😓

2. Sutayta Al Mahamalu (10 M) pakar matematika

3. Rufaidah Al Aslamia perawat dan ahli pengobatan pertama di dunia

4. Zaynah Syahda ahli seni kaligrafi

5. Muzna juru tulis khalifah Al Amiran Nasire

Oke, menempatkan diri kita di peran belakang layar maupun di depan layar itu pilihan. Dan pastinya dari dua pilihan ini tidak ada yang bisa dicapai dengan rebahan ya sob 😁

Lanjut, mulainya darimana?

Sebelum lanjut, kita musti menjawab 3 pertanyaan mendasar tentang kehidupan.

1. Kita darimana? Diciptakan oleh Allah

2. Kita diciptakan untuk apa? Beribadah kepada Allah

3. Kita kemana setelah mati? Kembali kepada Allah

Jika inti kita hidup di dunia tujuan akhirat, maka apapun peran kita nantinya adalah apapun yang membuat Allah ridha kepada kita.

Dari kajian tadi pagi, peran di dunia dibagi menjadi dua:

1. Peran Internal

- Kesalihan individu (keimanan dan konsep tujuan hidup --> ilmu --> amal shalih, ibadah harian, akhlaqul karimah)

- Kesalihan Domestik (ilmu --> visi misi pernikahan --> ilmu seni berumah tangga dan parenting)

Peran wanita sebagai istri:

1. Sumber ketenangan suami

2. Partner diskusi suami

3. Pendukung utama suami

4. Saling menjaga

5. Support dakwah suami 

6. Partner mendidik anak

Peran wanita sebagai ibu:

1. Melahirkan anak

2. Menyusui anak

3. Bersama-sama suami mendidik anak


2. Peran Eksternal

- Dakwah (menjadi panitia dakwah, nulis dakwah di blog >> nih lagi bikin, langsung action 🤭)

- Perluasan ilmu (misal sedang kuliah, kuliah yang sungguh-sungguh jangan semata-mata biar dapet ijasah)

- Menjaga dari kehancuran adab dan akhlak (minimal dimulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat, berusaha memperbaiki akhlak)


Tantangan dalam menjalankan peran sebagai muslimah:

1. Hedonisme (tergantung lingkungan biasanya)

2. Manajemen diri (ini banyak hal ya, masuk dalam manajemen emosi, manajemen waktu, manajemen prioritas dll)

3. Istiqomah

4. Menjaga niat (istiqomah)

Dan satu pesan dari Ummu Balqis dalam akhir kajian yakni "Action"

Jadi temen-temen yang kebetulan baca blog ini, yuk langsung action. Mari bersama-sama berkontribusi membangun peradaban Islam.

Semangat karena Allah.. ^^

Minggu, 05 Juli 2020


Perjalanan Mahasiswa Program Profesi Insinyur ITB

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Uwaaaa.. udah lama nih ga nulis di blog. Apa kabar blog kesayangan?? Wkwkwkwk
Oke, kesempatan kali ini, aku mau sharing tentang perkuliahanku yang udah kelar baru-baru ini.
‘eh, gue kuliah ya?’ wakakakak.. yoiii.. tahun lalu, tepatnya bulan September 2019, aku mulai searching tentang perkuliahan.
Jadi, sedikit curhat ga papa lah yaaa.. hahahaha.. Aku pribadi sih ngerasanya selama kerja beberapa tahun tuh ga ada waktu dan biaya yang khusus buat aku sendiri. Dan kebetulan pas September tahun lalu timing nya pas banget. Duit ada dan waktu luang pun bisa diatur.. hihihihi.. secara udah ga bener-bener handle pabrik soalnya udah naik jabatan, jadi ya isinya cuman ngatur, nge-review, bikin strategi, handle lebih banyak orang, dan.. eh kok malah banyak ya kerjaan?? Hahahaha
Berhubung lagi senggang, duit ada, tapi jodoh belum datang, eh… akhirnya kepikiran pengen sekolah lagi. Dengan background sarjana teknik, mikirnya kalo S2 kuliah ke MMT nya ITS. Cuman karena masih kerja full time, kuatir malah ga amanah di kerjaan. Trus nyari-nyari kuliah yang bisa upgrade diri sendiri tapi ga butuh “pikiran ekstra” jadilah nyari info tentang kuliah profesi insinyur.
Sebenernya ga begitu asing sama kuliah profesi ini. Dulu waktu kuliah S1 sempet ikut proyek dosen yang isinya nyusun strategi pengakuan pengalaman seseorang di masa lampau. Jadi kek ada tingkatannya misal orang lulus S1 dengan pengalaman beberapa tahun kerja bisa di-assessment dan diakui setara dengan lulusan S2 yang baru lulus. Dan assessment ini juga diakui/disetarakan dengan grade di luar negeri. Jadi lulusan dalam negeri bisa bersaing di luar negeri. Kek gitu lah.. Dan kuliah profesi ini “sepertinya” merupakan salah satu dari hasil proyek negara yang di dalamnya ikut andil dosenku dulu. Kayaknya sih.. *kok maksa ya??*
Oke, singkat cerita, aku nyari info tentang kuliah profesi insinyur. Kalau ada yang belum tau, kuliah profesi ini kuliah yang cuman ditempuh dalam waktu 1-2 semester. Ada dua kategori, kategori RPL (rekognisi pengalaman lampau) sama yang reguler. Kalau yang RPL gambaran kasarnya nanti bikin portofolio tentang pengalaman kerja, aplikasi ilmu “ke-insinyuran-nya” udah sampe apa aja implementasinya di dunia kerja. Gitu lah intinya. Dan lulus PPI dapet gelar insinyur ^^
Nah, pas awal-awal, aku nyari info, ya nyarinya yang deket-deket aja lah yaaa.. Aku yang domisili di Sidoarjo nyarinya ya kuliah profesi insinyurnya ITS. Dari persyaratan dan gambaran perkuliahannya insya Allah bisa ngikuti. Searching cara daftarnya ternyata pendaftarannya udah ditutup. Nyari info pendaftaran selanjutnya kapan masih ga ada wacana sama sekali. Masak iya nunggu sampe pertengahan taun depan? Trus lulusnya kapan?? Yaaaahhh…
Nah, akhirnya “iseng” searching kuliah profesi insinyur ITB. Awalnya cuman pengen bandingin dari sisi persyaratannya. Ternyata lebih strict daripada persyaratan di ITS -,-“. Tapi masih bisa masuk kalau dari sisi persyaratannya sih. Untuk biaya pendaftaran dan perkuliahannya sama persis dengan yang di ITS. Boleh juga nih. Oke, Bismillah, akhirnya aku daftar yang di ITB.
Aku ikut seleksi kuliah profesi keinsinyuran yang semester genap tahun ajaran 2019/2020. Pendaftaran Oktober 2019. Syaratnya apa aja? Cek di link ITB nya aja yaa..
Nah, ini agak rancu sih. Ketika aku sudah bayar biaya pendaftaran dan mengisi form di web, tiba-tiba ada notifikasi untuk tes potensi akademik (TPA). Padahal di awal pendaftaran tidak ada info ini sama sekali. Dan kesalahanku waktu itu tidak langsung konfirm ke bagian PPI nya, malah langsung bayar TPA dan berangkat ke Bandung buat tes. Pengen ketawa karena kebodohanku waktu itu sih  >,<
Jadwal TPA ku waktu itu bulan Oktober  2019. Udah lama ga tes jadinya agak hectic lah yaaa.. pinjem buku soal TPA temen, searching tiket kereta (pesawat mahal euy) dan jarak tempuh sampe kampus ITB itu gimana, ngatur waktu dan pengeluaran juga, hahahaha. Dan pas jadwal keluar ternyata tes nya di kampus ITB yang Jatinangor. Nah lhoh.. dimana itu?
Dari Sidoarjo, naik bus ke stasiun pasar turi cus ke stasiun Bandung. Sampe stasiun Bandung, ke kampus ITB Jatinangor naik gojek. Selesai. Simple right?
Kalo ditanya apa tes nya sulit? Pastinyaaa.. hahahaha.. aku searching, TPA ini digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang bisa ga sih nih anak menyelesaikan sekolahnya. Sederhananya gitu. Dan tiap kampus punya kriteria masing-masing untuk score TPA nya tergantung studi yang akan diambil juga.
Kalau pasca sarjana biasanya di angka di atas 500. Udah. Nah aku?? Waktu itu udah belajar kan ya ceritanya, tapi tetep ga bisa selesai semua soalnya. Jadi di sisa waktu yang ada ya ngacak, asal ke isi aja semua lembar jawabannya. Hahahaha
Sempet kuatir kan ya kalau nilaiku di bawah 500, ga bisa lanjut dongs  pikirku. Eh, seminggu kemudian apa ya lupa, ada kurir yang anter hasil TPA. Dan eng ing eeeeenggg.. nilai TPA ku 532,17. Alhamdulillah.. Bisa juga nih dipake buat daftar S2. Eh…??
Oke, pikirku kan udah lolos lah yaa.. eh, bulan depannya di November 2019, ada notif lagi kalo diminta TPA bulan November 2019. Aneh kan? Secara nilaiku udah di atas 500, emang standard ITB berapa? Entah. Nah ini.. akhirnya aku konfirmasi ke bagian prodi PPI. Dan ternyata untuk calon mahasiswa PPI tidak perlu TPA dongs yaa.. yah, kalau emang ga perlu kenapa ada notif di akun website nya.. T,T Jadi kalo ada notif diminta TPA ndak usah dihiraukan. Oke baiklaaah.. Calon mahasiswa PPI tidak perlu TPA ataupun tes TOEFL.
Jadi itu memang sistemnya yang ngaco, semua yang daftar pascasarjana diminta TPA. Tapi kalo kalian masukin biaya transfer TPA ada nama kita lhooo.. lengkap dan udah kek emang beneran kita diminta tes itu.. yasudlah yaaa.. sisi baiknya aku jadi tau kampus ITB jatinangor itu yang mana, trus TPA itu kek gimana, dan nilaiku juga seberapa. It means that I capable to be a master student. Hihihihi..
Oke, lanjut. Singkat cerita aku ketrima dan dikasih form, surat keterangan diterima, surat pernyataan, dll. Ini download di akun web nya semua. Jadi ga sepenuhnya salahku kan kalo percaya aja disuruh TPA. Huhuhuhu.. (masih ngeles).
Langkah pertama setelah diterima adalah daftar ulang. Daftar ulang ini kita konfirmasi pembayaran biaya semester (bawa bukti pembayaran dari bank), nyerahkan berkas-berkas yang udah diisi, ditanyain dikit masalah asuransi kesehatan (aku nyerahkan kartu BPJS dari perusahaan). Habis itu foto pake jas almamater buat KTM, dikasih jas almamater juga dibawa pulang. Yeaaaay…
Udah gitu doang daftar ulangnya. Jauh-jauh dari Surabaya – Bandung cuy gitu doang acaranya -,-“ Waktu itu masih jam 10 pagi dan udah kelar semuanya. Oia, daftar ulangnya bukan di kampus ITB yang ganesha yaaa.. ada lagi kek gedung emang buat rektorat gitu..
Kelar daftar ulang, aku makan ke mie kocok Persib, agak siangan ke cuanki, trus ke penginapan. Besok paginya?? Ke observatorium Boscha dongs yaaa.. Pulang dari Boscha ke alun-alun Bandung naik bis yang keliling bandung ituuu..
Oke ga penting. Ini gimana cerita perkuliahannya?
Tenang, oke aku lanjutin..
Perkuliahan pertama itu di Januari.
Rinciannya
Oktober daftar kuliah, sama TPA (ini skip ya -,-“)
Desember ketrima dan daftar ulang
Januari 2020 kuliah pertama dan satu-satunya
Penerimaan mahasiswa baru digelar di Gedung Sabuga, deket dari kampus ITB Ganesha. Di sini baru tau kalo ga semua yang daftar PPI itu ketrima, dan yang ketrima 300an orang apa ya lupa. Ada beberapa orang penting juga yang disebut waktu itu. Aku agak loading kok ada orang-orang penting yang kuliah di sini juga. Baru nyadar kalo ITB ini termasuk kampus teknik terbaik dan deket sama Jakarta. Oke baiklaaaah..
Selesai penyambutan maba, kita ikut pertemuan pertama perkuliahan. Di gedung kampus ITB ganesha. Udah kek kuliah umum gitu. Banyak orang di satu ruangan. Yang dibahas ya tentang kode etik dan etika keinsinyuran, K3L, sama keinsinyuran itu sendiri. Selesai.
Sore sudah kelar semua, kukira aku bisa pulang soalnya besok siangnya harus udah standby di Sidoarjo, mau ada presentasi. Eh ternyata besoknya harus hadir lagi.. ada sosialisasi perpustakaan dan jaringan di kampus gitu lah. Dan ambil KTM juga. Yasudlah besoknya hadir lagi..
Udah, itu aja. Setelahnya kita menghubungi dosen wali masing-masing dan bimbingan gitu. Berhubung aku ambil yang RPL, jadinya bikin portofolio tentang implementasi tentang kode etik dan etika keinsinyuran, K3L, sama keinsinyuran di tempat kerja. Kebanyang ga bingungnya kek gimana? Wkwkwk.. asli bingung cuy.. udah lama ga nulis kan ya ini tiba-tiba disuruh bikin portofolio >,<
Februari 2020 aku ada meeting nasional pulak. Riweh dan ga keurus tuh portofolio. Email dosennya seminggu dibales, trus seminggu kemudian aku baru kasih revisinya, lama jadinyaaa.. -,-“
Alhamdulillah dosennya baik. Yeaaaay…
Intinya karena ke-riwehan ku yang agak alay, akhirnya aku selesaikan tuh portofolio sesuai tenggat waktu yang ditentukan, mepet cuy. Dan habis itu sidang daring lah ya kitaaa.. ada dosen pembimbing dan satu dosen penguji. Gegara covid jadinya ga perlu ke Bandung ^^
Setelah sidang, tiba-tiba nilainya udah muncul aja di akun web. Semoga dinyatakan lulus. Dan ada sidang PPI nya juga cuman itu sidang intern dan mahasiswa ga ikut. Gak lama kemudian di akun web dataku udah masuk di list daftar wisuda. Trus verifikasi data. Selesai. Dan tinggal nunggu wisuda. Keknya sih wisudanya juga daring. Ijasah softcopy pulak -,-“
Udah, segitu doang ceritanya. Lumayan panjang dan alay yaaa.. hahahaha.. padahal bisa dipersingkat sih, tapi lagi pengen nuliiiiiisssss.. hihiihihi
Terimakasih yang sudah mampir dan baca. Semoga bermanfaat. Mau sharing terkait PPI, monggo..
Stay safe and alive.. ^^

Sidoarjo, 05 Juli 2020

Rabu, 13 April 2016

Dunia Kerja PPIC (Part 1)

Kali ini saya akan membahas mengenai dunia kerja. Sebenarnya apa saja yang dilakukan seseorang di dunia kerja? Saya akan berbagi pengalaman selama menjadi karyawan.
Ok, kita mulai dari lulus kuliah. Kalau ditanya "setelah lulus kemana?" dengan mantap saya akan menjawab "kerja". Tentu saja setelah perdebatan alot dengan diri sendiri akhirnya saya lebih memilih kerja dibandingkan lanjut S2. Meskipun sebenarnya rencana topik thesis beserta jurnal pendukungnya telah ada di laptop sejak semester 6.
Kerja? Di bidang apa? Sebagai lulusan teknik industri, hampir semua bidang bisa saya masuki. Namun saya lebih menyukai bidang manufaktur, produksi, intinya orang lapangan. Waktu itu saya agak menghindari bidang supply chain karena dijamin ruwet. Dan sekarang, inilah saya. Bekerja sebagai karyawan di departemen ppic, jantungnya supply chain.
Hari pertama kerja rasanya gamang. Tidak ada training atau sejenisnya. Hanya pengarahan dan pengenalan produk seadanya. Bahkan dalam wujud produk "membayangkan". Waktu itu masih belum jelas apa yang harus dikerjakan. Ditambah lagi program yang diajarkan sekenanya. Selebihnya belajar sendiri.
Di dunia kerja hampir sama dengan dunia organisasi di kampus. Bedanya kalau di dunia kerja dimarahinya sama owner perusahaan bukan teman atau senior sendiri. Dan tentu saja, tanggung jawabnya juga lebih besar.
Lantas, apa saja yang dilakukan selama 7 jam di balik komputer?
Ok, kalau benar-benar ppic pabrik, biasanya ada acara turun ke lantai produksi untuk memantau proses produksi. Namun, posisi saya adalah sebagai ppic pusat. Intinya lebih ke arah mengontrol ppic dan admin yang ada di cabang-cabang.
Kembali lagi di "apa saja yang dilakukan selama 7 jam?" Untuk hal ini, jobdesk saya berubah-ubah mulai dari awal bekerja hingga sekarang. Agar lebih paham mengenai pekerjaan ppic, kita mulai dari mengontrol stok barang jadi.
Stok barang jadi ini bisa dilihat di program untuk all plant, di tempat saya bekerja ada 15 pabrik dan akan bertambah tiap tahun. 
Pertama yakni menarik data semua produk di semua pabrik dan menandai produk-produk yang kurang stoknya (shortage). Produk shortage adalah produk yang stok hariannya lebih kecil dari permintaan marketing. Saya bekerja di perusahaan baverage jadi produksinya make to stock. Untuk jumlah produksi menyesuaikan dengan forecast marketing.
Untuk permintaan marketing sendiri ada dua jenis. Pertama permintaan kirim, yakni jumlah barang yang memang harus dikirimkan ke pelanggan. Dan ppic wajib hukumnya untuk memenuhi orderan ini. Kedua permintaan pesanan. Permintaan ini muncul karena ada pelanggan yang memesan barang namun belum minta dikirim. Ada kemungkinan permintaan pesanan ini dibatalkan. Kalau yang ini hukumnya sunnah bagi ppic untuk menyediakan stok barang. Namun sebagai ppic harus selalu antisipasi dan biasanya ppic menyediakan stok barang jadinya.
Pengecekan barang shortage ini dilakukan setiap pagi, dievaluasi, dan diselesaikan setiap permasalahannya setiap hari untuk 15 cabang pabrik seluruh Indonesia. Kalau dikalkulasi ke dalam jam, pemantauan ini dilakukan sekitar 30-60 menit di awal jam kerja. Di luar adanya permasalahan eksternal biasanya sudah selesai.
Mengenai faktor-faktor apa saja yang menyebabkan produk shortage akan dibahas di tulisan selanjutnya.
Tetap belajar dan terus bermanfaat ya ^^.